<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731</id><updated>2011-04-22T02:24:58.642+07:00</updated><category term='profile Tokoh'/><category term='Sosial dan Penanggulangan Bencana'/><category term='Sejarah dan Politik'/><category term='Info lowongan Kerja dan Usaha'/><category term='Serba Serbi'/><title type='text'>Indone's Journal</title><subtitle type='html'>Satu-satunya tempat dimana Mimpi kita menjadi Mustahil 
adalah ketika ia hanya ada didalam Pikiran Kita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-2842459307391611409</id><published>2008-11-07T01:19:00.009+07:00</published><updated>2008-11-07T02:07:48.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial dan Penanggulangan Bencana'/><title type='text'>Dua kebakaran besar melanda kota Padang.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padang - Dini hari tadi Kamis 06 November 2008, Disaat Kota padang dilanda Hujan gerimis dan warga kotanya sedang tertidur lelap, dua kebakaran besar melanda kota Padang. Kebakaran pertama terjadi sekita pukul 03.15 wib terjadi di daerah Alang Lawas dan selang beberapa menit kemudian kebakaran besar juga melanda perumahan warga Parak Gadang Air Camar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didaerah Alang lawas, kebakaran menghanguskan gedung Korpri Padang, Petugas Kebakaran Kota Padang merespon dengan cepat laporan masyarakat atas kebakaran tersebut, tak sampai lima menit petugas berhasil mencapai lokasi kebakaran dan langsung berusaha menjinakan si jago merah.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, penanggulangan bencana dan banjir Kota Padang (Harry Fidrian, SH) dan kepala bidang  penanggulangan bencana alam dan kebakaran kota Padang (Ardi Syaf)menyatakan bahwa seluruh mobil Pemadam telah dikerahkan, ada sekitar 10 unit dikerahkan .Sekitar 15 menit kemudian petugas berhasil menjinakan Api yang membakar gedung tersebut. Namun dikarenakan isi gedung korpri tersebut kebanyakan adalah arsip yang berbentuk kertas, api begitu cepat membesar dan menghanguskan hampir sebagian besar gedung tersebut. Saat api berhasil dijinakan gedung tersebut hanya tersisa puing puing saja.Menurut petugas Api berasal dari arus pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang disaat seluruh petugas berjibaku menjinakan api di gedung korpri tersebut, kebakaran besar kembali melanda perumahan warga di jalan Parak Gadang Raya Air Camar, sekitar 2-3 km dari lokasi pertama.Sebagian petugas langsung dikerahkan menujun lokasi kedua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilokasi Parak Gadang ini sijago merah meluluhlantakan 3 buah rumah warga atas nama ulfa (450 dan Afrida (42) serta Asni (40). Api begitu cepat menyebar di perumahan tersebut dikarenakan oleh terbakarnya 1 buah mobil dan 5 buah motor yang sedang parkir di rumah yang terbakar tersebut. sehingga bahan bakar kendaran tersebut memuat api sangat cepat menyebar. berdasarkan keterangan warga api diduga berasal dari rumah ulfa dan dengan begitu cepat menyebar kerumah Afrida dan Asni.Dalam tempo setengah jam ketiga rumah tersebut ludes dimakan si jago merah. Tak banyak harta benda yang berhasil diselamatkan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyelamatan oleh petugas berlangsung agak lama dan juga kewalahan menghadapi si jago merah. hal ini dikarenakan petugas juga sedang memadamkan api didaerah alang lawas, kemudian harus melakukan pengisian kembali kendaraannya karena di kompleks perumahan tersebut tidak memiliki hidran. Disamping itu juga dikarenakan faktor terbakar dan meledaknya 1 buah mobil dan 5 buah sepeda motor yang sedang parkir di rumah tersebut. bahan bakar kendaran tersebut ikut memicu cepatnya penyebaran api. disamping itu ramainya warga dan banyaknya kendaraan warga yang ingin melihat kejadian  yang diparkir sembarangan tempat juga menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.Api baru berhasil dijinakan kurang lebih 2 jam kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang diderita akibat dua kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-2842459307391611409?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/2842459307391611409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/dua-kebakaran-besar-melanda-kota-padang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/2842459307391611409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/2842459307391611409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/dua-kebakaran-besar-melanda-kota-padang.html' title='Dua kebakaran besar melanda kota Padang.'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-8179227032412003690</id><published>2008-11-03T21:01:00.012+07:00</published><updated>2008-11-05T17:15:34.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profile Tokoh'/><title type='text'>Yosie Anita, wanita pertama Indonesia yang jadi Petugas Pemadam Kebakaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya baru saja membaca berita di BBC Indonesia.com, bahwa salah seorang sahabat saya sdri Yosie Anita, diwawancarai dan dijadikan &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/10/tokohoctober.shtml" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Tokoh Bulan Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. bahkan di situs tersebut dikatakan bahwa kemungkinan sdri Yosie ini adalah wanita pertama Indonesia yang menjadi Petugas pemadam Kebakaran.Bahkan sejak muncul di BBC Indonesia ini, berturut turut yosie juga diwawanacarai oleh beberapa Media Elektronik Nasional,diantaranya, TV One, Trans 7, Kompas dan koran Lokal Sumatera Barat, serta Radio-radio Nasional dan Lokal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ikut merasa bangga dengan adanya hal ini. saat ini sdri Yosie bertugas di Dinas Kesejahteraan Sosial Penanggulangan Bencana dan Banjir Kota Padang sebagai petugas pemadam Kebakaran, berikut petikan resmi dari BBC Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah seorang PMK wanita                   &lt;!-- end_title --&gt;                                &lt;div class="eight"&gt; &lt;/div&gt;                                                              &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="416"&gt;                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                      &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="58" height="8" /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="5" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="353" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr valign="bottom"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/07/20080718163142dsc_0087.jpg" alt="" width="58" height="55" /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="1" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;td&gt;&lt;span class="bylinename"&gt;Rohmatin Bonasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="bylinedescription"&gt;Produser BBC Siaran Indonesia&lt;/span&gt;&lt;div class="four"&gt; &lt;/div&gt;                      &lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr bgcolor="#cccccc"&gt;                      &lt;td colspan="3"&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="1" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                &lt;div class="eight"&gt; &lt;/div&gt;                &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="208"&gt;                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                      &lt;td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" alt="" border="0" width="5" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;td&gt;                         &lt;div&gt;&lt;img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/07/20080729113117tokohyosi203152.jpg" alt="Yosie Anita mengaku PMK adalah profesi pilihannya" width="203" height="152" /&gt;&lt;/div&gt;                      &lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr&gt;                      &lt;td class="caption"&gt;Yosie Anita mengaku PMK adalah profesi pilihannya&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                &lt;!-- st_story --&gt;                &lt;div class="storytext"&gt;&lt;b&gt;Mendatangi lokasi kebakaran dalam waktu sesingkat-singkatnya dan mencegah korban jiwa jatuh adalah kebanggaan tertinggi, kata                      seorang wanita warga Padang yang memutuskan masuk ke barisan PMK.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Saya ingin kembangkan [profesi petugas pemadam kebakaran] kebakaran ini karena sangat penting, " kata Yosie Anita kepada                   BBC.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Satu menit saja kita tertinggal waktu, bisa menghabiskan ratusan atau ribuan rumah dan itu bisa merugikan daerah kita sendiri,"                   tuturnya.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;                   &lt;!-- end_story --&gt;Yosie saat ini diyakini sebagai salah seorang wanita pertama di Indonesia yang memilih profesi sebagai PMK.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;                   &lt;/p&gt;                                &lt;p class="storytext"&gt;Di negara yang dinas pemadam kebakarannya sudah mapan seperti Inggris sekali pun, jumlah wanita di jajaran pemadam kebakarannya                   masih di bawah 4%.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Kehadiran Yosie di Dinas PMK Kota Padang, Sumatera Barat, bermula dari hobi menyebarluaskan informasi soal orang hilang melalui                   radio komunikasi RAPI (Radio Komunikasi Antar Penduduk Indonesia).                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Dari pengalaman itu, wanita kelahiran Pasar Kembang, Sumatra Barat, tahun 1981 itu mengaku mulai tertarik dengan tantangan                   menemukan orang yang hilang dalam bencana.                 &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Pada tahun 2002, dia mengembangkan minatnya itu dengan mengajukan lamaran kerja di Dinas PMK dan Penanggulangan Bencana Kota                   Padang, Sumatra Barat.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Sebagai salah satu bentuk keseriusannya untuk memilih tugas  yang didominasi kaum pria, Yosie mengaku rela bekerja tanpa gaji                   selama tiga bulan.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Kepala Dinas menyuruh saya menjadi sekarelawan selama tiga bulan tanpa gaji," kenang Yosie.&lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kisah dan penuturan Yosie Anita dalam acara Tokoh BBC, telah diudarakan Hari Minggu, 26 Oktober, siaran pukul 05.30 WIB.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;&lt;i&gt;Versi panjang Tokoh dengan tamu Yosie disiarkan melalui gelombang radio FM mitra BBC di berbagai kota di seluruh Indonesia,                      Senin, 27 Oktober, pukul 06.00 WIB.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;&lt;b&gt;Profesi pilihan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Sejak dia bergabung, menurut Yosie, sekitar 45 koleganya di Dinas PMK Kota Padang maupun petugas dari instansi lain, tidak                   memberikan perlakuan berbeda kepada dirinya karena dia seorang wanita.                 &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Bahkan, dia belakangan juga dipanggil dengan sapaan 'Bang Yos,' sebagaimana rekan-rekannya yang lain.&lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Alam Kota Padang, Harry Firdiyan menuturkan Yosie tidak diberi keringanan dalam menjalankan tugas. &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Namun saya selalu mengingatkan Yosie agar tidak sampai melupakan kodratnya sebagai wanita," kata Harry Firdiyan. &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Yosie menjalani pelatihan dan penugasan sebagaimana para sejawatnya yang pria. Yosie turut mengangkat selang dan menyemprotkan                   air, memanjat atap rumah yang dilalap api atau mengangkat mayat korban dari laut.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Untuk pencarian orang hilang di laut, kita bekerja sama dengan polisi, SAR, Brimob, Airud. Kita selalu hadir dan itu menjadi                   prestasi bagi saya," tambah Yosie.                 &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Status relawan Yosie akhirnya berubah menjadi profesional sejak tahun 2002. &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;"Kebetulan sebelum walikota lama Padang pensiun, dia mengangkat seluruh sukarelawan yang ada di jajaran Kota Padang menjadi                   pegawai daerah," tambah Yosie.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Sejauh ini di Indonesia, Dinas Kebakaran berada di bawah kewenangan pemerintah daerah dan tidak ada instansi khusus di tingkat                   nasional yang membawahi Dinas Kebakaran.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Memang belum ada data kongkrit tentang berapa jumlah wanita seperti Yosie di Indonesia yang menjadi bekerja penuh sebagai                   petugas PMK, namun Yosie Anita disebut-sebut menjadi satu-satunya PMK wanita di Indonesia.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Profesi ini, tambah Yosie, merupakan yang paling cocok bagi dirinya karena sesuai dengan kepribadiannya "yang suka akan tantangan serta risiko". &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Selain itu, dia mengatakan memiliki keahlian menyelam dan mencari orang  hilang di laut maupun di gunung sehingga kombinasi                   tersebut membantu memudahkan menjalankan tugasnya.                &lt;/p&gt;                &lt;p class="storytext"&gt;Di sela-sela kesibukannya memenuhi panggilan kebakaran dan penanggulangan bencana, Yosie masih menyisakan waktu untuk menyelesaikan kuliahnya di bidang ilmu komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="storytext"&gt;Selamat dan Terus Berjuang untuk kemanusiaan !!!&lt;/p&gt;&lt;p class="storytext"&gt;Sumber : BBC Indonesia.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-8179227032412003690?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/8179227032412003690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/yosie-anita-wanita-pertama-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/8179227032412003690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/8179227032412003690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/yosie-anita-wanita-pertama-indonesia.html' title='Yosie Anita, wanita pertama Indonesia yang jadi Petugas Pemadam Kebakaran'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-453450213354233113</id><published>2008-11-03T20:25:00.005+07:00</published><updated>2008-11-05T17:11:41.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info lowongan Kerja dan Usaha'/><title type='text'>Lowongan di PT Thiess Contractors Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://careers.thiess.co.id/" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;GRADUATE DEVELOPMENT PROGRAM (2008 - 2009)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah informasi lowongan pekerjaan di PT Thiess Contractors Indonesia, bagi kawan kawan yang berminat silahkan lihat persyaratan yang ada di bawah ini. atau jika ingin mendapat keterangan lebih lanjut silahkan di lihat di &lt;span class="fullpost"&gt;website mereka di  http://careers.thiess.co.id&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Job No.:&lt;br /&gt;502610&lt;br /&gt;Department:&lt;br /&gt;Mining&lt;br /&gt;Employment type:&lt;br /&gt;Permanent (Indonesia only)&lt;br /&gt;PT. Thiess contractors Indonesia is a subsidiary of Thiess Pty Ltd with its head office located in Brisbane, Australia.&lt;br /&gt;With over 6000 employees spread in a number of operational locations throughout Indonesia, Thiess Contractors Indonesia is committed to continuously developing skills and providing opportunities for its employees through various special programs to be able to work in different PROJECT SITES in INDONESIA.&lt;br /&gt;PT. Thiess Contractors Indonesia is currently offering bright Indonesian university graduates an opportunity to build a professional career within the largest mining and construction, multinational company under “Graduate Development Program (2008 - 2009)” for the following positions :&lt;br /&gt;1. Graduate Mining Engineer&lt;br /&gt;You will involve mine planning &amp;amp; scheduling of mining operations (short term and long term), drill &amp;amp; blast, cost control and provide technical support for mining operations in order maximize productivities in the most cost effective and efficient.&lt;br /&gt;2. Graduate Civil Engineer&lt;br /&gt;In this position you will give assistance to Civil Engineer in ensuring that Civil works in accordance with Inspection and Test Plan (ITP), Project specifications, Project drawings/designs, Codes and standards, Project Control, scheduling and other activities.&lt;br /&gt;3. Graduate Mechanical Engineer&lt;br /&gt;This position is to ensure the construction of mechanical works and associate piping and instrument items are completed within specified time frame with full responsibility covering engineering, procurement, construction, commissioning and hand over aspect. Provide direction for employees to ensure outstanding performance is achieved in people performance, HSE&amp;amp;Q outcomes and the business results.&lt;br /&gt;4. Graduate Electrical Engineer&lt;br /&gt;You will provide technical direction for electrical engineering works from contract award through to commissioning phase, ensure electrical compliance with statutory requirements and clients standards and keep abreast of technological developments and apply them judiciously to achieve cost effective, high quality project outcomes.&lt;br /&gt;5. Graduate Environmental Engineer&lt;br /&gt;This position will be managed the waste and hydrocarbon, rehabilitation activity and environmental management system in order to support the mining operations activity and assist the environmental engineer for day to day environmental activity on site.&lt;br /&gt;6. Graduate Information Technology&lt;br /&gt;As a Graduate Information Technology, you will analyse and solve any problems encountered by users and provide technical support for software packages used by company include remote/area users, set up Standard Operating Equipment for all user's PC, Install &amp;amp; Maintaining all LAN equipment on all location.&lt;br /&gt;7. Graduate Human Resources&lt;br /&gt;You will responsible to facilitate, administrate, conduct and ensure the successful day to day activity of various Human resources Business Process during intensive development program in a year, in the area of Industrial Relations, Recruitments, Staff Development &amp;amp; Training, and Human Resources Information System (HRIS).&lt;br /&gt;8. Finance &amp;amp; Accounting Graduate&lt;br /&gt;This position will undertaking the full range of accounting administration tasks ranging from invoice processing and file maintenance to providing assistance with monthly reporting, account reconciliation, system and record maintenance, operational and financial analysis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Graduate Safety&lt;br /&gt;You will be primarily focused on maintain safety in the work place and implement TCI Safety Management System, processes and programs to ensure the conversation of people, property, environment and profits. Hence the successful candidate will need to active distribute to a positive teamwork environment, and communicate openly and honestly at all times.&lt;br /&gt;10. Graduate Surveyor&lt;br /&gt;You will work with Surveyor to helping survey activities providing appropriate survey services to mining supervisors, mine planners and survey data process to maximise productivities in the most effective manner and to achieve production targets while ensuring that a safe professional environment is maintained.&lt;br /&gt;General Requirements:&lt;br /&gt;• Bachelor Degree with good academic result from reputable University,&lt;br /&gt;• Highly motivated, strong analytical skill and problem solving capabilities, good team work and adaptable,&lt;br /&gt;• Excellent interpersonal skills and can influence situation to achieve goals,&lt;br /&gt;• Able to work under pressure in an International and culturally diverse organization,&lt;br /&gt;• Excellent communication skills in English (oral and written)&lt;br /&gt;• Willing to work on remote locations.&lt;br /&gt;If you want to take your career to a new level and be involved in exciting workplace change and issues, please apply on-line through our website at http://careers.thiess.co.id&lt;br /&gt;Advertised:&lt;br /&gt;21 Oct 2008 S.E. Asia Standard Time&lt;br /&gt;Closing date:&lt;br /&gt;30 Nov 2008 11:55pm S.E. Asia Standard Time.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-453450213354233113?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/453450213354233113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/graduate-development-program-2008-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/453450213354233113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/453450213354233113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/graduate-development-program-2008-2009.html' title='Lowongan di PT Thiess Contractors Indonesia'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-473111746091307793</id><published>2008-11-03T16:20:00.002+07:00</published><updated>2008-11-03T21:25:45.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Politik'/><title type='text'>Sejarah Sumatera Barat (habis)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari  dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Sumatera_Barat" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian, kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. Sukarno diasingkan ke Flores, Hatta dan Sjahrir ke Digul. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas Intelijen Inggris. Tan Malaka, pimpinannya, lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendudukan Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * (id)Kahin, Audrey (2005). Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 979-461-519-6.&lt;br /&gt;    * (id) Buku Alam Takambang jadi Guru, AA.Navis, 1984&lt;br /&gt;    * (id) Historiografi Minangkabau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.wikipedia.org&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-473111746091307793?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/473111746091307793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-habis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/473111746091307793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/473111746091307793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-habis.html' title='Sejarah Sumatera Barat (habis)'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-344287918943728239</id><published>2008-11-03T16:17:00.002+07:00</published><updated>2008-11-03T21:25:26.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Politik'/><title type='text'>Sejarah Sumatera Barat  (bag 3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari  dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Sumatera_Barat" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Partai Komunis Indonesia: 1920-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Dt. Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan H. Misbach. Agaknya ia terkesan dengan pendapat H. Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin, Natar Zainuddin dan Dt. Batuah ditangkap Belanda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang, meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat, Barisan Muda, menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman Labai, seorang saudagar, mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang pada 1915. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis, IPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali, yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Para aktivis komunis ditangkap, baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Barat: 1930-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merebaknya partai-partai politik&lt;br /&gt;Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Atas prakarsa H. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan, lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru, berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat, pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia, disingkat Permi. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat, dan menyebar ke Aceh, Tapanuli, Riau, Jambi dan Bengkulu. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said, Iljas Jacub, Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928, dan PNI Baru. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar, meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.wikipedia.org&lt;br /&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-344287918943728239?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/344287918943728239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/344287918943728239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/344287918943728239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-3.html' title='Sejarah Sumatera Barat  (bag 3)'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-6965000293441798091</id><published>2008-11-03T16:11:00.005+07:00</published><updated>2008-11-03T21:24:58.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Politik'/><title type='text'>Sejarah Sumatera Barat (bag 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari  dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Sumatera_Barat" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Padri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perang Padri sampai perang Belasting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Gerakan Islam Modernis di Minangkabau:1900-1920&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. H. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1915), dan beberapa ulama kaum Muda lain seperti H. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan H. Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan, menentang taqlid buta, dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Selain pendirinya H. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum, seperti matematika, ilmu falak, ilmu bumi, kesehatan dan pendidikan. Kedua sekolah ini berhubungan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur, Djamaluddin Tamin, H. Dt. Batuah, H.R. Rasuna Said dan HAMKA merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Datuk Batuah. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www. wikipedia.org&lt;br /&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-6965000293441798091?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/6965000293441798091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/6965000293441798091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/6965000293441798091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-2.html' title='Sejarah Sumatera Barat (bag 2)'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-4715672601404281112</id><published>2008-11-03T15:57:00.006+07:00</published><updated>2008-11-05T17:16:35.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah dan Politik'/><title type='text'>Sejarah Sumatera Barat (bag 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari  dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Sumatera_Barat" target="new"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini adalah kutipan yang saya ambil dari situs wikipedia.org.Ini bukan berarti bahwa aya tidak bisa membuat sebuah artikel dan hanya bisa mengcopy. tetapi lebih karena keinginan untuk artikel artikel awal lebih banyak bersifat perkenalan saya dan lingkungan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terkait dengan daerah asal saya kenapa saya mengambil kutipan atau mengcopi dari tempat lain lebih didasari pertimbangan bahwa iniadalah sebuah daerah yang memiliki sejarah panjang dengan berbagai aspeknya, sehingga menurut saya lebih baik saya mengambil dari sumber resmi yang dapat dipetanggungjawabkan dari pada saya mengumpukan banyak buku kemudian membuat tulisan sendiri. walaupun begitu saya tetap berkeinginan nantinya akan menulis daerah saya menurut perspektif saya sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma­tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau­pun masyarakat Mentawai diduga te­lah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan mereka masih sa­ngat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Prasejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti arkeologis yang dite­mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah-daerah sekitar Kabu­paten Lima Puluh Kota yang menempati sebagian besar luhak Lima puluh Koto merupakan daerah atau kawasan Minangkabau yang pertama dihuni oleh nenek moyang orang Su­matera Barat. Penafsiran ini rasanya ber­alasan, karena dari daerah Lima Puluh Koto ini mengalir beberapa sungai besar yang akhirnya bermuara di pantai timur pu­lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari jaman dahulu hingga akhir abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek moyang orang Minang­kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In­dochina) mengarungi Laut Tiongkok Sela­tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian memudiki sungai Kampar, Siak, dan Inderagiri (atau; Kuantan). Sebagian di antaranya tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per­adaban mereka di sekitar Kabupaten 50 Koto sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percampuran dengan para penda­tang pada masa-masa berikutnya me­nyebabkan tingkat kebudayaan mere­ka jadi berubah dan jumlah mereka ja­di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka menyebar ke berba­gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke daerah kabupaten Agam dan sebagian lagi sampai ke Kabupaten Tanah Datar sekarang. Dari sini penyebaran dilanjutkan lagi, ada yang sampai ke utara daerah Agam, terutama ke daerah Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Banyak di antara me­reka menyebar ke bagian barat teruta­ma ke daerah pesisir dan tidak sedikit pula yang menyebar ke daerah selatan, ke daerah Solok, Selayo, sekitar Muara, dan sekitar daerah Sijunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya kerajaan Pagaruyung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah daerah Propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Raja Adityawarman. Ra­ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya­warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di­percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adityawarman adalah tokoh pen­ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe­merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon­tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter­bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa­riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia­ro, Sumpur, dan Selo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Sumatera Barat sepe­ninggal Adityawarman hingga perte­ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su­matera Barat dengan dunia luar, ter­utama Aceh semakin intensif. Sumate­ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo­nopoli kegiatan perekonomian di dae­rah ini. Seiring dengan semakin inten­sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe­nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga­ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.wikipedia.org&lt;br /&gt;Bersambung &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-4715672601404281112?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/4715672601404281112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/4715672601404281112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/4715672601404281112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/sejarah-sumatera-barat-bag-1.html' title='Sejarah Sumatera Barat (bag 1)'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6147658708859791731.post-167250400821841323</id><published>2008-11-01T14:10:00.009+07:00</published><updated>2008-11-03T14:38:00.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Selamat Datang</title><content type='html'>Selamat datang di blog pribadi saya, blog ini semacam journal pribadi saya tentang apa saja, kegiatan, pemikiran , teknologi, catatan, sesuatu yang pengen aku munculkan yang bisa sedikit memberi manfaat dan kegunaan bagi orang lain, untuk sosial dan kemanusiaan. &lt;div class="fullpost"&gt;terakhir tentu saja it's all about me, hehehehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6147658708859791731-167250400821841323?l=indones-journal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indones-journal.blogspot.com/feeds/167250400821841323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/selamat-datang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/167250400821841323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6147658708859791731/posts/default/167250400821841323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indones-journal.blogspot.com/2008/11/selamat-datang.html' title='Selamat Datang'/><author><name>indones hendri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18027679523674748251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GeexUWFfN40/SQv_br6P1UI/AAAAAAAAABA/28VLdl9EuHk/S220/m_e7d49c4e3e984274b31683b3abdcb205.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
